Rabu, 22 Oktober 2008

jawaban tantangan bangsa dengan kewirausahaan sosial

kanan kiri, belakang depan, seperti halnya BUMI ini sudah mulai carut marut dalam isi nya. yang kaya bertambah kaya dan yang miskin bertambah miskin. sebuah sifat individual yang hanya ingin mencari selembar uang dan profit dalam dunia ekonomi tanpa melihat sebuah rasa pahit disekitarnya. tapi dibalik semua kata yang tidak menjadi tabu lagi di telinga kita, ada muncul sebuah kata yaituu "kewirausahaan sosial" atau Bisnis wirausaha sosial atau social business entrepreneurship (SBE). SBE berbeda dengan corporate social responsibility (CSR) yang dipromosikan korporasi pemburu laba.

Dasar SBE adalah kesadaran sosial, bukan maksimalisasi laba. Kalau ruang untuk kesadaran sosial itu dibuka, banyak persoalan sosial bisa diatasi dan kehidupan bisa diarahkan ke taraf perdamaian, kesetaraan, keadilan serta kreativitas yang lebih tinggi. dari kenyataan pemahaman diatas masih terdengar dan kita berfikir akan kah ada dan dapat bertahan ???? didalam kehidupan ekonomi bisnis dengan tujuan "PROFIT", terdapat sebuah bisnis yang berjalan berdasarkan kesadaran sosial. memang sejauh saya berfikir, dan dalam pendidikan selama 3 tahun ini, kita didik dalam ruang lingkup ;

  1. Bagaimana memaksimalkan laba atau profit dengan efisiensi cost
  2. Menciptakan sebuah efisien dalam input suatu produksi dan memaksimalkan output
  3. PROFIT dan PROFIT di dalam tujuan dunia ekonomi bisnis
akan kah kita bisa membayangkan nya ???? coba kita membuka mata hati kita, melihat sekitar, apakah rasa kekeluargaan pada diri bangsa ini tetap ada apakah memudar ? jika kita dapat merasakan dan dapat membuka kesadaran kita akan sosial dan mengkesampingkan sifat individu ataupun kelompok _ pastinya negara ini akan bangkit dan berdiri. bagaimana membantu rakyat miskin untuk berdikari, memang mereka miskin tapi mereka cerdas. kita yang membodohkan mereka, merampas harga diri mereka, menghilangkan sifat kreatif mereka_ dengan sedekah... yang mereka butuhkan adalah hanya kesuksesan tanpa sedekah, sebuah modal dari kemauan diri mereka dan bantuan dari kita. bagaimana kita membantu negara ini bangkit dengan mengeyampingkan tujuan laba dari pasar. mungkin dengan kewirausahaan sosial yang menjadi sebuah tolak ukur dan kesadaran sosial bukan maksimalisasi laba sebagai landasan, impian negara ini untuk bangkit akan menjadi kenyataan. sebuah pemikiran yang perlu dipikirkan untuk jawaban tantangan bangsa.

terima kasih tersebesar untuk dosen ku, Bp.bacthiar dalam bimbingannya, membuka pemikiran kami.... n terima kasih untuk NKRI ku " HARGA MATI "